get app
inews
Aa Text
Read Next : Tingkatkan Investasi Bontang, Kemudahan Perizinan Hingga Inovasi Promosi Jadi Kunci

Capaian Investasi terus Meningkat, Walikota Bontang Harap SDM Lokal Ikut Bersaing

Rabu, 19 Maret 2025 | 22:14 WIB
header img
Capaian Investasi terus Meningkat, Walikota Bontang Harap SDM Lokal Ikut Bersaing (Foto : Istimewa)

Samarinda.inews.id - BONTANG – Capaian investasi Kota Bontang yang terus meningkat diharap pula bisa membuat Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing.

Catatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), panjang 2024 dengan total nilai mencapai Rp2,7 triliun, meningkat 12,97 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Tingkat pengangguran dinilai masih menjadi fokus, bahkan tertinggi di Kalimantan Timur dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 7,41 persen.

Walikota Bontang, Neni Moerniaeni masih serius melihat hal ini, dan menjadi salah satu prioritas utama dalam pemerintahannya ke depan.

Menurut Neni, upaya mengatasi pengangguran telah dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2018 tentang Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Kerja, yang mewajibkan perusahaan di Bontang mempekerjakan 75 persen tenaga kerja lokal.

Namun demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi kendala. 

Investasi besar di Bontang banyak bergerak di sektor industri kimia, seperti pembangunan Pabrik Soda Ash, yang membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian khusus.

"Kita punya aturan yang jelas, tetapi ada pada kesiapan tenaga kerja kita sendiri, posisi yang memang membutuhkan keahlian khusus belum banyak dimiliki tenaga kerja lokal, sehingga perusahaan tetap merekrut tenaga dari luar," jelasnya.

Investasi di Bontang tahun 2024 didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp2,5 triliun.

Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp200 miliar. 

Sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi menjadi kontributor utama dengan nilai investasi Rp2,1 triliun.

Serapan tenaga kerja dari investasi tersebut masih jauh dari harapan. 

Data menunjukkan bahwa investasi senilai Rp2,7 triliun hanya menyerap 512 tenaga kerja lokal, dengan rincian 475 pekerja dari PMDN dan 37 pekerja dari PMA.

"Investasinya besar, tapi tenaga kerja yang terserap tidak signifikan. Ini jadi tantangan yang harus kita pecahkan bersama," sebutnya.

Neni juga melihat perubahan pola industri yang semakin bergantung pada teknologi.

Artificial Intelligence (AI) turut berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja manusia, sehingga ini juga akan menjadi perhatian utama.

"Saya pernah ke pabrik bahan peledak di Norwegia, saya bingung mencari pegawai, ternyata yang bekerja adalah robot. Ini tantangan yang akan kita hadapi," jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bontang sudah menyiapkan program pendidikan berbasis teknologi, termasuk pelatihan coding dan AI di sekolah-sekolah Bontang. 

Selain itu, konsep paperless school juga mulai diterapkan untuk membiasakan siswa dengan sistem digital.

"Ke depan, anak-anak Bontang harus siap menghadapi era digital. Kita ingin mereka punya keterampilan yang bisa bersaing di dunia kerja, bukan hanya di Bontang, tapi juga secara nasional dan internasional," beber Neni.

Pemkot Bontang juga berupaya mempermudah perizinan usaha dan meningkatkan infrastruktur untuk menarik lebih banyak investor yang bisa memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja.

"Kita tidak hanya ingin investasi besar, tapi juga investasi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Bontang," tandasnya.

Terkait ini, Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur tentu akan mendukung penuh rencana Walikota.

Pihaknya juga akan terus memberikan pelayanan maksimal dalam proses perizinan dengan ketelitian.

Pasalnya, prospek investasi ke depan, jika melihat capaian yang positif ini, Pemerintah Kota Bontang melalui DPMPTSP akan terus mendorong kemudahan perizinan.

Serta terus meningkatkan infrastruktur guna menarik lebih banyak investasi.

Sebagai kota industri yang terus berkembang, Bontang diharapkan dapat mempertahankan tren positif dalam pertumbuhan investasi serta meningkatkan daya saingnya di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami terus berupaya untuk memfasilitasi dan mempercepat proses perizinan bagi investor yang masuk ke Bontang. Oleh karena itu, kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas SDM lokal melalui pelatihan-pelatihan teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri yang ada di Bontang,” ujar Aspiannur.

Editor : Maskaryadiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut