Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Budaya Dayak Meriahkan HUT RI ke-80 di Bangkok, Dunia Terpukau
Advertisement . Scroll to see content

Hotspot Karhutla di Kalimantan Barat Turun Drastis, Kemenhut Tetap Siaga

Jum'at, 11 September 2026 | 13:12 WIB
  • author Vitrianda Hilba Siregar
Hotspot Karhutla di Kalimantan Barat Turun Drastis, Kemenhut Tetap Siaga
Petugas Lakukan penanggulangan karhutla (Foto ist)

JAKARTA, iNewsSamarinda.id - Jumlah titik panas atau hotspot karhutla di Provinsi Kalimantan Barat tercatat mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Meski begitu, Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan di enam provinsi prioritas.

Pemantauan data SiPongi Kementerian Kehutanan dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 menunjukkan adanya 569 hotspot high confidence secara nasional. Angka ini meningkat dibandingkan hari sebelumnya yang berada di angka 395 titik.

Pada enam provinsi prioritas, titik panas tersebut tersebar di Kalimantan Tengah sebanyak 96 titik, Kalimantan Barat 39 titik, Sumatera Selatan 34 titik, Riau 18 titik, Kalimantan Selatan 9 titik, dan Jambi 2 titik. Kalimantan Barat mencatatkan penurunan paling menonjol dari yang sebelumnya 134 titik menjadi 39 titik. Sementara itu, Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak.

Perkembangan hotspot ini masih bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi cuaca maupun bahan bakar di lapangan.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran.

Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot sehingga setiap indikasi tetap perlu diverifikasi melalui pengecekan di lapangan.

Untuk menangani kondisi tersebut, Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, serta pihak terkait lainnya terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, mopping up, hingga pendinginan di lokasi yang berpotensi mengalami penyalaan kembali.

Pemerintah turut menyiagakan 53 unit armada udara untuk mendukung pengendalian di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Sebanyak 34 armada digunakan untuk operasi water bombing, sedangkan 19 armada difungsikan untuk patroli udara serta mendukung Operasi Modifikasi Cuaca.

Penggunaan armada udara dilakukan berdasarkan hasil pemantauan hotspot, verifikasi lapangan, perkembangan kebakaran, serta kondisi meteorologis. Operasi modifikasi cuaca tetap disiagakan guna memanfaatkan potensi awan untuk membantu pembasahan lahan.

Perhatian khusus juga diberikan pada ekosistem gambut melalui pembasahan dan pendinginan rutin karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meski api di permukaan sudah tidak terlihat.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara, sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan masih menunjukkan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan ada yang terpantau mencapai kategori berbahaya.

Pengamatan BMKG menunjukkan asap masih memengaruhi jarak pandang di beberapa area prioritas, seperti Pontianak dengan jarak pandang sekitar 1,2 kilometer, Palangka Raya sekitar 3 kilometer, dan Jambi sekitar 2 kilometer.

Sementara itu, wilayah Pekanbaru, Palembang, dan Banjarmasin terpantau lebih cerah dengan jarak pandang berkisar antara 6 hingga 10 kilometer atau lebih. Kondisi jarak pandang ini terus dipantau karena sifatnya dinamis dan dipengaruhi oleh konsentrasi asap, arah serta kecepatan angin, kelembapan, dan curah hujan.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api, atau indikasi kebakaran agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin.

 

 

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut