get app
inews
Aa Text
Read Next : Singapura Akui Kemajuan Samarinda, Andi Harun Jadi Pembicara Internasional

Bocah di Samarinda Jadi Korban Kekerasan Fatal: Dibanting Lalu Kaki Ditindih hingga Patah

Kamis, 27 November 2025 | 13:51 WIB
header img
Bocah di Samarinda Jadi Korban Kekerasan Fatal: Dibanting Lalu Kaki Ditindih hingga Patah. (Foto : Maskaryadiansyah)

Samarinda.inews.id - SAMARINDA - Kasus perundungan (bullying) kembali mencuat di lingkungan sekolah Samarinda. Seorang bocah berusia 10 tahun menjadi korban kekerasan fisik yang berujung pada cedera serius: patah kaki yang mengharuskannya menjalani operasi.

Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur langsung bergerak dan mendatangi korban pada Kamis (27/11/2025) setelah menerima laporan.

Ketua TRC PPA Kaltim Rina Zainun menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan keterangan korban. Peristiwa bermula ketika korban menegur temannya yang tengah menangis. Tak terima, dua pelaku yang merupakan teman korban membalas teguran itu.

"Korban sempat dicekik oleh pelaku A. Ketika korban mencoba menepis, pelaku B langsung membantingnya," terang Rina.

Saat korban terbaring dan kakinya dalam posisi menggantung menyentuh dinding, pelaku B justru melakukan tindakan fatal. "Pelaku B kemudian menindih kaki korban di bagian yang tergantung itu. Terdengar bunyi 'crack' keras dan kaki korban langsung bengkok," lanjutnya. Korban pun menjerit kesakitan dan segera dilarikan ke rumah sakit.

Rina menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar kecelakaan atau candaan yang kelewatan.

"Kasus ini sudah sampai menyebabkan patah kaki. Ini bukan lagi candaan. Kami tegaskan ini adalah tindakan kekerasan yang harus ditindaklanjuti secara serius," tegas Rina setelah mengunjungi korban pasca operasi

Mereka menyayangkan respons awal pihak sekolah. Pihak keluarga korban menyampaikan kepada TRC PPA bahwa pertemuan dengan sekolah sudah dilakukan, namun tidak mencapai kesepakatan yang memuaskan. Bahkan, ada penyampaian dari pihak sekolah yang dianggap menyakitkan oleh keluarga korban.

Menyikapi insiden serius ini, TRC PPA Kaltim telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Samarinda.

TRC PPA mendesak agar Kadisdik menindaklanjuti kasus ini sebagai bentuk perhatian serius terhadap maraknya isu bullying.

"Kami harap pihak sekolah bersikap bijak untuk melindungi korban dan memberikan sanksi pembinaan yang memiliki efek jera kepada pelaku. Sekolah tidak boleh menormalisasi sedikit pun bentuk perundungan, baik verbal maupun fisik, apalagi yang berakibat fatal seperti ini," tutupnya.

 

Editor : Maskaryadiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut